Jawaban Refleksi halaman 120 Bersyukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka

oleh -243 Dilihat

ohgreat.id-Jawaban halaman 120 Bersyukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka.

Kali ini, Ohgreat akan membahas jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas 7 halaman 120. Pertanyaan ini bisa Adik-adik temukan pada buku Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka Tema 02 KEBERAGAMAN LINGKUNGAN SEKITAR. Pembahasan berikut bisa Adik-adik simak untuk mencocokan dengan jawaban yang telah Ohgreat kerjakan sebelumnya. Jadi, silahkan kerjakan terlebih dahulu secara mandiri ya???

Refleksi

Bumi yang kita pijak sudah sangat tua dan telah jutaan tahun menopang kehidupan makhluk hidup ciptaan Tuhan. Bumi yang diciptakan sudah beberapa kali mengalami perubahan dalam bentuk permukaan bumi maupun makhluk hidup yang mendiami pemukaan bumi. Manusia yang hidup di permukaan bumi telah mengalami pola perubahan aktivitas kehidupan yang dinamis. Mulai dari berburu dan mengumpulkan makanan di mana manusia hidup bergantung dengan alam, kemudian menuju memproduksi makanan di mana manusia tidak bergantung lagi terhadap alam. Pola-pola dalam aktivitas manusia kemudian banyak membentuk pola interaksi dengan alam maupun sesama manusia. Mereka mengolah alam dan berinteraksi dengan sesama manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Alam menyediakan kebutuhan bagi mereka. Manusia perlu melestarikan dan menjaga alam supaya alam juga dapat memberikan sumber-sumber pokok untuk kelangsungan hidup manusia. Manusia tentunya perlu berhubungan baik dengan Tuhan yang menciptakan, berhubungan baik dengan alam agar alam dapat menyediakan sumber kehidupan dan sesama manusia yang berinteraksi kemudian bergotong royong untuk melangsungkan kehidupan umat manusia. Kalian tentunya perlu memahami beberapa pokok pertanyaan untuk kalian renungkan dan kalian lakukan. Coba kalian pahami dengan seksama dan lakukan apa yang perlu kalian lakukan untuk menjawab pertanyaan berikut. Karakter apa yang menonjol dalam diri kalian?

1. Bagaimana bentuk syukur kalian kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kalian kesempatan hidup di muka bumi?

Jawaban:

Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah perilaku yang mulia yang dalam agama tertentu mendatangkan rahmat dari Tuhan bagi pelakunya. Syukur artinya bersuka cita sekaligus berterima kasih atas segala yang Allah beri kepada diri sebagai seorang hamba yang bertuhan.

Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bisa Kita lakukan dengan ucapan juga perbuatan. Bersyukur dengan ucapan dilakukan bisa di mulut maupun hati. Adapun bersyukur dengan perbuatan kita lakukan dengan menjaga perilaku, berbuat baik kepada sesama, tidak berbuat boros, tidak berbuat kejahatan dan lain sebagainya.

2. Bagaimana kalian akan melakukan interaksi terhadap alam untuk melestarikan dan menjaga alam di muka bumi?

Jawaban:

Interaksi terhadap Alam untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan

a. Buang Sampah pada Tempatnya

Apabila kita membuang sampah secara sembarangan, tentu akan mengotori lingkungan dan berdampak pada ekosistem di sekitarnya.

Selain itu, sampah yang dibuang tidak pada tempatnya memiliki potensi terbawa hingga ke sungai dan membahayakan hewan di sana.

Keadaan ini pula yang membuat hewan yang hidup di air mengonsumsi sampah karena mengira sampah itu adalah makanannya.

Tidak jarang juga, hal ini dapat membuat banyak hewan mati karena terjerat sampah, terutama sampah plastik.

Oleh karena itu, mulai sekarang kita harus menanamkan kebiasaan buang sampah pada tempatnya untuk melestarikan lingkungan.

b. Membuat Kompos

Interaksi terhadap alam untuk melestarikan lingkungan selanjutnya adalah dengan mengolah sampah organik menjadi kompos.

Dengan mengolah sampah organik menjadi kompos, ini akan mengurangi jumlah limbah padat yang dihasilkan.

Untuk membuatnya, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah proses pemilahan sampah.

Kita harus selalu memilah sampah rumah tangga dahulu, setidaknya ke dalam dua kelompok (organik dan anorganik).

Selanjutnya, barulah sampah-sampah yang masuk ke dalam kategori organik ini bisa diolah menjadi kompos.

c. Melakukan Kegiatan Reboisasi

Reboisasi merupakan istilah untuk kegiatan penanaman hutan kembali karena pohon-pohonnya sudah ditebang.

Jika tidak dilakukan reboisasi, maka tanah di hutan akan tandus hingga akhirnya semakin sulit untuk ditanami.

Dengan adanya pohon, kita bisa mendapatkan sumber oksigen, makanan, dan mencegah bencana alam seperti banjir dan longsor.

Kita juga bisa melakukan penanaman pohon ini di area pekarangan rumah yang berfungsi sebagai area resapan air.

Dengan begitu, bila curah hujan tinggi, area resapan air dari pohon yang kita tanam inilah yang bisa mencegah terjadinya banjir.

d. Melakukan Sistem Tebang Pilih

Sistem tebang pilih adalah sistem yang dilakukan untuk mengatur kesediaan pohon yang ada di hutan.

Kita tidak boleh menggunduli semua pohon di hutan agar tidak terjadi bencana alam, seperti banjir bandang, tanah, longsor, dan kekeringan.

Biasanya, sistem ini dilakukan dengan memilih pohon-pohon yang sudah berusia tua saja untuk ditebang.

Sementara itu, pohon yang masih muda tidak boleh ditebang dan perlu dibiarkan tumbuh terlebih dahulu.

e. Menghemat Energi

Interaksi terhadap alam untuk melestarikan lingkungan adalah menghemat energi yang berarti mengurangi penggunaan energi.

Energi memang sangat dibutuhkan untuk beraktivitas, tanpa adanya energi, manusia pasti kesulitan menjalani kegiatannya.

Namun, penggunaan energi secara tepat dan seperlunya ternyata juga bisa melestarikan lingkungan hidup.

Misalnya, energi listrik yang menggunakan batubara. Dengan menghematnya, kita bisa mengurangi pembakaran batubara.

Selain itu, kita juga perlu menggunakan air seperlunya sehingga ketersediaan air bersih untuk masyarakat bisa terpenuhi.

Cara lain untuk menghemat energi adalah bersepeda, jalan kaki, atau menggunakan kendaraan umum.

3. Bagaimana kalian akan melakukan interaksi dengan sesama manusia supaya kalian dapat menjadi manusia yang berkahlak mulia?

Jawaban:

Interaksi Sesama Manusia

a. Saling menyapa

Contoh interaksi sosial antar individu yang pertama adalah saling menyapa. Meskipun terlihat singkat saja, tetapi saling menyapa adalah salah satu contoh interaksi sosial antar individu.

Seperti seorang teman sekolah yang tidak sekelas. Mereka bertemu di koridor kelas dan hendak menuju kantin. Ketika kedua teman sekolah ini saling menyapa, maka interaksi sosial sudah terjadi. Meskipun tidak ada kelanjutan dari saling menyapa tersebut.

b. Berjabat tangan

Contoh interaksi sosial antar individu yang kedua adalah berjabat tangan. Interaksi sosial ini juga sering tidak disadari oleh banyak orang. Sebab, terkadang seseorang hanya berjabat tangan tanpa menyampaikan sepatah kata saja.

Contohnya seperti seorang guru yang biasa menunggu dan menyambut muridnya di gerbang sekolah pada pagi hari. Biasanya guru tersebut hanya berdiri dan menyambut murid yang datang dengan berjabat tangan saja.

c. Beberapa bentuk akhlak yang baik kepada sesama itu di antaranya:

1) husnuzan

Diterangkan dalam Q.S Al Hujurat: 12 yang terjemahannya artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman!Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh,Allah Maha Penerima Taubat, MahaPenyayang.”

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa sejatinya manusia yang beriman harus menjauhi banyak prasangka,karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa, terlebih jika prasangkanya itu adalah dalam suatu prasangka yang buruk. Prasangka yang baik akan menimbulkan kesan yang baik sehingga terciptalah rasa saling hormat-menghormati untuk terciptanya kehidupan bermasyarakat yang rukun dan harmonis.

2) Tasamu

Tasamu yang dalam artian tenggang rasa, pun merupakan salah satu bentuk akhlak mulia yang harus senantiasa dijaga dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Tasamu juga berarti toleransi yang mana adanya penanaman sikap menghargai orang lain baik pendapatnya, pemikirannya, pendiriannya atau pun hal yang lain.

Dasar dari toleransi adalah rasa kasih sayang, di mana dari kasih sayang itu muncullah suatu ikatan yang tak lain adalah ikatan persaudaraan atau ukhuwah. Dalam salah satu hadis mengatakan bahwa,“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi itu bagaikan satu tubuh. Apabila adasalah satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain merasakan demam.” (HR. Bukhari).

Bagi orang mukmin, sikap tenggang rasa atas dasar saling mengasihi itu perlu karena sejatinya semua orang mukmin adalah saudara. Lalu bagaimana dengan orang yang bukan mukmin atau orang Islam?

Tetap saja, toleransi atau sikap tasamu harus dilakukan meskipun pada orang yang berbeda keyakinan. Artinya, seseorang tidak bisa memaksakan orang lain untuk sama seperti dirinya, jadi meskipun berbeda keyakinan tetap harus ada toleransi untuk tidak mendeskriminasi.

3) Tawadhu

Tawadhu yang tidak lain adalah rendah hati kepada sesama manusia adalah salah satu bentuk akhlak terpuji di mana seseorang merendahkan hatinya di hadapan orang lain dan berinteraksi dengan rasa kasih sayang juga kelembutan tanpa membedakan satu dengan yang lainnya. Sifat tawadhu menghasilkan atau menimbulkan rasa persamaan yang mana nantinya menuju pada keadilan juga rasa saling menghargai.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda; “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendahkan diri sehingga salah seorang dari kalian tidak saling membanggakan dan tidak saling mendalami yang lain. (HR. Muslim).

4) Ta’awun.

Ta’awun adalah berbuat baik di mana adanya tindakan saling tolong-menolong antar seseorang kepada orang lain dengan ikhlas tanpa pamrih. Dengan ta’awun itu bisa meningkatkan nilai sosial seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Di mana orang yang melakukankebaikan itu akan diberikan balasannya, walau sekecil apa pun bentuk kebaikan tersebut. Ta’awun mengajarkan manusia untuk saling tolong-menolong dan menguatkan rasa peduli serta tanggungjawab. Tidak ada batasan untuk seseorang melakukan kebaikan dan saling menolong asalkan dalam konteks kebaikan.

Berbeda halnya dengan tolong-menolong dalam keburukan. Sejatinya menolong itua dalah perbuatan baik, maka konteks aplikasinya pun harus direalisasikan dalam hal kebaikan pula.Sebagaimana dijelaskan dalam penggalan ayat di Q.S Al Maidah: 2, yang artinya, “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalamberbuat keburukan dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.”

Sebab tolong-menolong bisa menjauhkan manusia dari permusuhan yang dapat memecah belah dan merusak kerukunan dalam bermasyarakat.

 

Disclaimer:

1. Kunci jawaban pada unggahan Ohgreat tidak mutlak kebenarannya

2. Unggahan ini bisa Adik-adik gunakan sebagai salah satu acuan dalam mengerjakan soal bukan sebagai acuan utama

3. Jawaban pada unggahan Ohgreat mungkin akan berbeda dengan pembahasan di sekolah atau penunjang lain

*** Agar tidak ketinggalan update berita berita menarik dan Pembahasan Soal terbaru lainnya yang ada di ohgreat.id. Jangan lewatkan dan dapatkan Berita berita Update lainnya.***

Contents

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.