Jawaban Rajin Berlatih Halaman 131 Meneladani Produktivitas Masa Keemasan Islam Era Daulah Abbasiyah (750-1258 M) Pendidikan Agama Islam SMP Kelas 8 Kurikulum Merdeka

ohgreat.id-Jawaban Rajin Berlatih Halaman 131 Meneladani Produktivitas dalam Berkarya dan Semangat Literasi Masa Keemasan Islam Era Daulah Abbasiyah (750-1258 M) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas 8 Kurikulum Merdeka.

Kali ini, Ohgreat akan membahas materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas 8 halaman 131. Bacaan ini bisa Adik-adik temukan pada buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas 8Kurikulum Merdeka Bab 5 Meneladani Produktivitas dalam Berkarya dan Semangat Literasi Masa Keemasan Islam Era Daulah Abbasiyah (750-1258 M). Pembahasan berikut bisa Adik-adik simak untuk mencocokan dengan jawaban yang telah Ohgreat kerjakan sebelumnya. Jadi, silahkan kerjakan terlebih dahulu secara mandiri ya???

Rajin Berlatih

I. Berilah Tanda Silang (X) pada huruf A, B, C, atau D pada jawaban yang paling tepat.

1. Perhatikan pernyataan berikut!

(1) Menjadi khalifah setelah merebut kekuasaan dari Bani Umayah

(2) Nasabnya bersambung sampai Nabi Muhammad saw

(3) Menjadi khalifah dalam waktu lima tahun

(4) Pendiri Daulah Abbasiyah

Fakta sejarah tentang Abu al-Abbas ditunjukkan oleh nomor ….

A. (1), (2), dan (3) C. (1), (3), dan (4)

B. (1), (2), dan (4) D. (2), (3), dan (4)

Jawaban: D. (2), (3), dan (4)

2. Perhatikan pernyataan berikut!

(1) Diberi nama resmi Madīnat al-Salām

(2) Dijadikan ibu kota pemerintahan pada masa Abu al-Abbas

(3) Dibangun oleh Khalifah al-Mansur

(4) Disebut sebagai kota bundar

Fakta sejarah tentang kota Baghdad terdapat pada nomor ….

A. (1), (2), dan (3) C. (1), (3), dan (4)

B. (1), (2), dan (4) D. (2), (3), dan (4)

Jawaban: C. (1), (3), dan (4)

3. Perhatikan pernyataan berikut!

(1) Seni industri yang berkembang di Baghdad adalah seni permadani dan keramik

(2) Seni yang berkembang pada masa Daulah Abbasiyah diantaranya arsitektur, patung, lukis, kaligrafi, indurtri, dan musik

(3) Penguasa Abbasiyah melarang seni patung dan lukis karena berisikan gambar makhluk bernyawa

(4) Khalifah Harun al-Rasyid pernah menyelenggarakan suatu festival di Baghdad yang dimeriahkan oleh dua ribu penyanyi.

Fakta sejarah tentang perkembangan seni di kota Baghdad ditunjukkan oleh nomor …

A. (1), (2), dan (3) C. (1), (3), dan (4)

B. (1), (2), dan (4) D. (2), (3), dan (4)

Jawaban: B. (1), (2), dan (4)

4. Perhatikan pernyataan berikut!

(1) Didirikan oleh Khalifah Harun al-Rasyid

(2) Dikembangkan oleh Khalifah al-Makmun

(3) Awalnya perpustakaan pribadi Khalifah al-Mansur

(4) Menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia pada masa al-Muktasim

Fakta sejarah tentang Bayt al-Ḥikmah ditunjukkan oleh nomor ….

A. (1), (2), dan (3) C. (1), (3), dan (4)

B. (1), (2), dan (4) D. (2), (3), dan (4)

Jawaban: B. (1), (2), dan (4)

5. Perhatikan narasi berikut!

Daulah Abbasiyah memberikan perhatian yang besar kepada para penerjemah buku. Mereka mendapatkan fasilitas dan sarana yang memadahi dari para penguasa untuk mengembangkan kegiatan penerjemahan dan keilmuan. Salah satu di antaranya adalah seorang penerjemah yang bernama Hunayn ibn Ishaq.

Fakta tentang sosok yang disebut dalam narasi yang tidak benar adalah ….

A. Menerjemahkan buku bahasa Yunani ke bahasa Syria

B. Beragama Kristen Nestorian

C. Berasal dari golongan Sābi‘īn

D. Bekerja di Bayt al-Ḥikmah

Jawaban: A. Menerjemahkan buku bahasa Yunani ke bahasa Syria

6. Perhatikan narasi berikut!

Para penguasa Daulah Abbasiyah di masa keemasan memiliki perhatian yang besar terhadap perkembangan Bayt al-Ḥikmah. Mereka menjadikan Bayt al-Ḥikmah sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia.

Para khalifah tersebut adalah sebagai berikut, kecuali ….

A. al-Mansur C. al-Makmun

B. al-Rasyid D. al-Muktasim

Jawaban: B. al-Rasyid

7. Perhatikan narasi berikut!

Pada masa Abbasiyah para penerjemah buku memiliki tempat yang istimewa di mata para penguasa. Mereka mendapatkan fasilitas yang sangat memadai sebagai imbalan atas pekerjan mereka dalam menerjemahkan buku dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Berikut ini yang bukan perlakuan para penguasa terhadap mereka adalah ….

A. Mendapat upah menerjemahkan buku berupa uang dinar seberat buku yang diterjemahkan

B. Mendapatkan gaji pokok dalam profesinya sebagai penerjemah

C. Mendapatkan fasilitas pengembangan diri di Bayt al-Ḥikmah

D. Diangkat sebagai pejabat di istana khalifah

Jawaban: D. Diangkat sebagai pejabat di istana khalifah

8. Perhatikan narasi berikut!

Para penguasa Daulah Abbasiyah memberikan kebebasan kepada pemeluk agama non Islam untuk menjalankan agamanya sesuai dengan keyakinan masing-masing. Mereka juga diberi kesempatan untuk ikut aktif dalam membangun peradaban ilmu pengetahuan pada saat itu.

Berikut ini yang bukan bagian dari peran aktif tersebut adalah ….

A. Kaum Kristen Nestorian banyak terlibat dalam proyek penerjemahan dari bahasa Yunani

B. Kaum Sābi‘īn (penyembah matahari) berperan dalam pengembangan seni kaligrafi

C. Kaum Kristen Nestorian berperan dalam mengembangkan seni mural

D. Kaum Sābi‘īn (penyembah matahari) terlibat aktif dalam penerjemahan

Jawaban: B. Kaum Sābi‘īn (penyembah matahari) berperan dalam pengembangan seni kaligrafi

9. Perhatikan narasi berikut!

Masa keemasan era Daulah Abbasiyah tidak hanya berbicara tentang kesuksesan umat Islam. Ada peran-peran umat non-Islam yang berkontribusi besar terhadap masa keemasan itu. Di antaranya adalah peran para penerjemah yang beragama Kristen Nestorian ataupun kaum Sābi‘īn.

Nilai keteladanan yang terdapat pada narasi tersebut adalah ….

A. Moderasi umat beragama

B. Toleransi antar umat beragama

C. Keharmonisan intelektual

D. Hubungan antar umat beragama

Jawaban: C. Keharmonisan intelektual

10. Perhatikan narasi berikut!

Berkembangnya Bayt al-Ḥikmah sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia berawal dari tradisi penerjemahan buku yang berkembang dalam di wilayah Abbasiyah. Membaca dan menerjemahkan buku serta mendirikan perpustakaan menjadi gaya hidup masyarakat pada saat itu. Masyarakat hidup dalam keadaan sejahtera sehingga memiliki kesempatan untuk membaca ataupun menerjemahkan buku. Hal itu merupakan kesadaran bahwa kemajuan dapat dicapai dengan kesungguhan.

Nilai keteladanan yang terdapat pada narasi tersebut adalah ….

A. Literasi pangkal kemajuan

B. Kesejahteraan pangkal literasi

C. Literasi pangkal kesejahteraan

D. Kesejahteraan pangkal kemajuan

Jawaban: A. Literasi pangkal kemajuan

 

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar!

1. Bani Abbas berhasil mengembangkan Daulah Abbasiyah setelah berhasil merebut kekuasaan dari Daulah Umayah. Mengapa mereka melakukan hal itu?

Jawaban:

Karena menilai para penguasa Bani Umayah telah berbuat sewenang-wenang terhadap kelompok-kelompok yang berseberangan, khususnya para pengikut Syiah. Selain itu Bani Abbas berpikir bahwa mereka lebih berhak menjadi pemimpin umat Islam karena kedekatannya dengan garis keturunan dengan Nabi Muhammad saw.

2. Daulah Abbasiyah berhasil mengembangkan kota Baghdad sebagai pusat peradaban dunia. Bagaimana cara mereka melakukannya?

Jawaban:

Mendirikan Bait al- Ḥikmah menjadi pusat ilmu pengetahuan dan mengembangkan berbagai macam seni antara lain: seni arsitektur, seni patung dan lukis, seni industri, seni kaligrafi, seni musik.

3. Daulah Abbasiyah berhasil mengembangkan Bayt al-Ḥikmah sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia. Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan keberhasilan itu?

Jawaban:

Bait al- Ḥikmah yang berfungsi sebagai biro penerjemahan, perpustakaan, dan lembaga tinggi pendidikan Islam serta mengembangkan tradisi literasi yang kuat yang didukung oleh Daulah Bani Abbasiyah.

4. Di balik keberhasilan Daulah abbasiyah mencapai masa keemasan, terdapat keharmonisan intelektual atar umat beragama. Bagaimanakah gambaran keharmonisan tersebut?

Jawaban:

Para penguasa menjamin kebebasan beragama secara penuh. Para ilmuwan di Bait al- Ḥikmah tidak pernah melihat asal muasal agama ilmu pengetahuan yang mereka pelajari dan kembangkan. Ilmu pengetahuan itu semuanya dipelajari dan dikembangkan seluas-luasnya untuk memberikan manfaat kepada umat manusia tanpa melihat latar belakang agama yang dimilikinya.

5. Keteladanan apakah yang bisa diambil dari keharmonisan intelektual antar agama untuk kehidupan kebangsaan di Indonesia?

Jawaban:

Keteladanan keharmonisan Intelektual antar agama

a. Toleransi

b. Kebebasan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing.

c. Penguasa menjamin kebebasan beragama secara penuh

 

Disclaimer:

1. Kunci jawaban pada unggahan Ohgreat tidak mutlak kebenarannya

2. Unggahan ini bisa Adik-adik gunakan sebagai salah satu acuan dalam mengerjakan soal bukan sebagai acuan utama

3. Jawaban pada unggahan Ohgreat mungkin akan berbeda dengan pembahasan di sekolah atau penunjang lain

*** Agar tidak ketinggalan update berita berita menarik dan Pembahasan Soal terbaru lainnya yang ada di ohgreat.id. Jangan lewatkan dan dapatkan Berita berita Update lainnya.***

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *