Jawaban Ayo Berlatih Halaman 96 Hukum Gay Lussac (Hukum Perbandingan Volume) Ilmu Pengetahuan Alam SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka

ohgreat.id-Jawaban Ayo Berlatih Halaman 96 Hukum Gay Lussac (Hukum Perbandingan Volume) Ilmu Pengetahuan Alam SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka.

Kali ini, Ohgreat akan membahas materi Ilmu Pengetahuan Alam SMA Kelas 10 halaman 96. Bacaan ini bisa Adik-adik temukan pada buku Ilmu Pengetahuan Alam SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka Bab 4 Hukum Dasar Kimia di Sekitar Kita. Pembahasan berikut bisa Adik-adik simak untuk mencocokan dengan jawaban yang telah Ohgreat kerjakan sebelumnya. Jadi, silahkan kerjakan terlebih dahulu secara mandiri ya???

Ayo Berlatih

Berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan Gay Lussac coba Kalian membuat kesimpulan konsep hukum Gay-Lussac. Tulis jawaban Kalian di buku catatan lalu diskusikan dalam kelas dipandu guru Kalian.

Jawaban:

Berdasarkan hasil eksperimen yang telah  Gay Lussac lakukan, diketahui Jika diukur pada Suhu dan Tekanan yang sama, maka Volume gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.

Pembahasan:

Hukum Gay Lussac dikenal juga dengan Hukum Perbandingan/Penggabungan Volume karena meneliti tentang volume gas dalam suatu reaksi kimia. Penemu Hukum dasar Kimia ini adalah Joseph Louis Gay Lussac. Pada awalnya para ilmuwan menemukan gas Hidrogen dapat bereaksi dengan gas oksigen membentuk air. Perbandingan volume gas hidrogen dan oksigen dalam reaksi tersebut adalah tetap, yakni 2 : 1. Kemudian di tahun 1808, ilmuwan Prancis, Joseph Louis Gay Lussac, berhasil melakukan percobaan tentang volume gas yang terlibat pada berbagai reaksi dengan menggunakan berbagai macam gas.

Menurut Gay Lussac, 2 volume gas hidrogen bereaksi dengan 1 volume gas oksigen membentuk 2 volume uap air. Pada reaksi pembentukan uap air, agar reaksi sempurna, untuk setiap 2 volume gas hidrogen memperlukan 1 volume gas oksigen, menghasilkan 2 volume uap air.

Rumus Hukum Gay Lussac Joseph Louis Gay Lussac (1788-1850) melakukan percobaan terhadap berbagai reaksi gas, di antaranya adalah sebagai:

a. Pada pembentukan uap air, 2 bagian volume gas hidrogen akan bereaksi dengan 1 bagian volume gas oksigen, menghasilkan 2 bagian volume uap air. Dengan demikian perbandingan volume gas hidrogen, oksigen dan uap air adalah 2:1:2.

b. Pada Pembentukan gas amonia, 1 bagian volume gas nitrogen bereaksi dengan 3 bagian volume gas hidrogen, menghasilkan 2 bagian volume gas amoniak. Dengan perbandingan volume gas-gas adalah 1: 3: 2

c. Pada Pembentukan uap hidrogen klorida, 1 bagian volume gas hidrogen akan bereaksi dengan 1 bagian volume gas klorida, menghasilkan 2 bagian volume gas hidrogen klorida. Dengan demikian perbandingan volume gas-gas yang beraksi adalah 1:1:2.

Dari percobaannya, Gay Lussac menyimpulkan Hukum Perbandingan Volume yang berbunyi, “Pada Suhu dan Tekanan yang sama volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.”

Rumus hukum Gay Lussac adalah sebagai berikut:

V1/V2 = n1/n2

Contoh Penerapan Hukum Gay Lussac

Pada suatu persamaan reaksi yang sudah setara, misalnya:

Satu volume C3H8(g) bereaksi dengan lima volume O2(g) menghasilkan tiga volume CO2(g) dan empat volume H2O(g).

Pada kondisi suhu dan tekanan yang sama, maka untuk suatu persamaan reaksi yang sudah setara berlaku: “Perbandingan koefisien zat-zat dalam persamaan reaksi sama dengan perbandingan volumenya.”

Contoh soal Hukum Gay Lussac dan jawabannya:

Soal 1

Berapakah satu lister suatu gas sebanyak sebanyak 2 gram, 10 liter gas NO pada suhu dan tekanan yang sama beratnya adalah 7,5 gr ?

BM = berat melekul; BM NO = 30

Jawaban:

V1/V2 = n1/n2

1/10 = 7/x : 7,5/30

X = 80

BM gas tersebut dari perhitungan menggunakan hukum Gay Lussac didapat nilai BM = 80

Soal 2

150 L gas H2S dibakar sesuai dengan persamaan reaksi yang sudah setara sebagai berikut :

Hitung (T, P):

1) Volume gas oksigen yang diperlukan

2) Voulme gas SO2 yang terbentuk

Jawaban:

1) Berdasarkan hukum Gay Lussac, volume gas H2S dan gas O2berbanding 2 : 3.

Jadi volume gas O2 yang diperlukan: 2/3 x 150 L = 255 L

2) Berdasarkan dari persamaan reaksi d atas, dua volume gas H2S menghasilkan dua volume gas SO2. Jadi volume gas SO2 yang terbentuk : 150 L (sama dengan volume gas SO2).

Soal 3

Hitunglah volume gas nitrogen (T, P) dan gas hidrogen (T, P) yang dibutuhkan untuk membuat 24 liter amonia sesuai persamaan reaksi berikut:

N2(g) + 3 H2(g) → 2 H2O(g) + 2 SO2(g)

Jawaban:

Dari persamaan reaksi di atas menunjukkan bahwa:

Perbandingan volume gas N2 terhadap gas NH3 adalah 1 : 2.

Jadi, volume gas N2: 1/2 x 24 L = 12 L

Volume gas H2 terhadap volume gas NH3 berbanding 3 : 2, maka volume gas H2 yang dibutuhkan: 3/2 x 24 L = 36 L.

 

 

Disclaimer:

1. Kunci jawaban pada unggahan Ohgreat tidak mutlak kebenarannya

2. Unggahan ini bisa Adik-adik gunakan sebagai salah satu acuan dalam mengerjakan soal bukan sebagai acuan utama

3. Jawaban pada unggahan Ohgreat mungkin akan berbeda dengan pembahasan di sekolah atau penunjang lain

*** Agar tidak ketinggalan update berita berita menarik dan Pembahasan Soal terbaru lainnya yang ada di ohgreat.id. Jangan lewatkan dan dapatkan Berita berita Update lainnya.***

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *