Jawaban Aktivitas 1 Halaman 140 Buatlah Jawaban Dari Salah Satu Pantun Teka Teki dan Buatlah Sebuah Pantun Nasehat Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas 8 Kurikulum Merdeka

ohgreat.id-Jawaban Aktivitas 1 Halaman 140 Buatlah Jawaban Dari Salah Satu Pantun Teka Teki dan Buatlah Sebuah Pantun Nasehat Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas 8 Kurikulum Merdeka.

Kali ini, Ohgreat akan membahas materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas 8 halaman 140. Bacaan ini bisa Adik-adik temukan pada buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas 8 Kurikulum Merdeka Bab 6 Inspirasi Al-Qur’an: Indahnya Beragama Secara Moderat. Pembahasan berikut bisa Adik-adik simak untuk mencocokan dengan jawaban yang telah Ohgreat kerjakan sebelumnya. Jadi, silahkan kerjakan terlebih dahulu secara mandiri ya???

Inspirasi Al-Qur’an: Indahnya Beragama Secara Moderat

Aktivitas 1

Pantun Pemantik

Menuang air putih dalam gelas

Air putih sehat untuk minuman

Diskusi bersama teman sekelas

Moderat dalam keberagamaan

Syukur nikmat diberikan kita

Nikmat terbesar yakni hidayah

Coba jelaskan kepada kita

Apa arti Islam wasatiyah?

Sungguhlah indah pelabuhan Belawan

Mari kunjungi bersama ibu ayah

Tahukah kalian wahai kawan-kawan

Bagaimana prinsip Islam wasatiyah?

Menyusuri jalan tol jagorawi

Harus waspada dan berhati-hati

Hiduplah damai di bumi pertiwi

Kembangkan sikap saling menghormati

Buatlah jawaban dari salah satu pantun teka teki tersebut dan buatlah sebuah pantun nasehat tentang sikap moderat dalam beragama

Pantun 2

Coba jelaskan kepada kita, Apa arti Islam wasatiyah?

Jawaban:

Wasathiyah berasal dari akar kata “wasatha”. Menurut Muhammad bin Mukrim bin Mandhur al-Afriqy al-Mashry, pengertian wasathiyah secara etimologi berarti:

وَسَطُ الشَّيْءِ مَا بَيْنَ طَرْفَيْهِ

Artinya: “sesuatu yang berada (di tengah) di antara dua sisi

Ditinjau dari segi terminologinya, makna kata “wasathan” yaitu pertengahan sebagai keseimbangan (al-tawazun), yakni keseimbangan antara dua jalan atau dua arah yang saling berhadapan atau bertentangan: spiritualitas (ruhiyah) dengan material (madiyah). Individualitas (fardiyyah) dengan kolektivitas (jama’iyyah).

Wasathiyah adalah ajaran Islam yang mengarahkan umatnya agar adil, seimbang, bermaslahat dan proporsional, atau sering disebut dengan kata “moderat” dalam semua dimensi kehidupan. Selanjutnya Wasathiyah atau moderasi saat ini telah menjadi diskursus dan wacana keIslaman yang diyakini mampu membawa umat Islam lebih unggul dan lebih adil serta lebih relevan dalam berinteraksi dengan peradaban modern di era globalisasi dan revolusi industri, informasi dan komunikasi. Wasathiyah Islam bukanlah ajaran baru atau ijtihad baru yang muncul di abad 20 masehi atau 14 hijriyah. Tapi wasathiyah Islam atau moderasi Islam telah ada seiring dengan turunnya wahyu dan munculnya Islam di muka bumi pada 14 abad yang lalu. Hal ini dapat dilihat dan dirasakan oleh umat Islam yang mampu memahami dan menjiwai Islam sesuai dengan orisinalitas nashnya dan sesuai dengan konsep dan pola hidup Nabi Muhammad saw, sahabat dan para salaf shaleh.

Pantun 3

Tahukah kalian wahai kawan-kawan, Bagaimana prinsip Islam wasatiyah?

Jawaban:

Islam Wasathiyah adalah “Islam Tengah” untuk terwujudnya umat terbaik (khairu ummah). Adapun 10 prinsip Islam Wasathiyah, yakni:

1. Tawassuth (mengambil jalan tengah),

yaitu pemahaman dan pengamalan yang tidak ifrath (berlebih-lebihan dalam beragama) dan tafrith (mengurangi ajaran agama).

2. Tawazun (berkeseimbangan),

yaitu pemahaman dan pengamalan agama secara seimbang yang meliputi semua aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi, tegas dalam menyatakan prinsip yang dapat membedakan antara inhiraf (penyimpangan) dan ikhtilaf (perbedaan).

3. I’tidal (lurus dan tegas),

yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional.

4. Tasamuh (toleransi),

yaitu mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

5. Musawah (egaliter),

yaitu tidak bersikap diskriminatif pada yang lain sebab perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul seseorang.

6. Syura (musyawarah),

yaitu menyelesaikan setiap persoalan dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat dengan prinsip menempatkan kemaslahatan di atas segalanya.

7. Ishlah (reformasi),

yaitu mengutamakan prinsip reformatif untuk mencapai keadaan lebih baik yang mengakomodasi perubahan dan kemajuan zaman dengan berpijak pada kemaslahatan umum (mashlahah ‘amah) dengan tetap berpegang pada prinsip al-muhafazhah ‘ala al-qadimi al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadidi al-ashla.

8. Aulawiyah (mendahulukan yang prioritas),

yaitu kemampuan mengidentifikasi hal ihwal yang lebih penting harus diutamakan untuk diimplementasikan dibandingkan dengan yang kepentingannya lebih rendah

9. Tathawwur wa Ibtikar (dinamis dan inovatif),

yaitu selalu terbuka untuk melakukan perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan zaman serta menciptakan hal baru untuk kemaslahamatan dan kemajuan umat manusia.

10. Tahadhdhur (berkeadaban),

yaitu menjunjung tinggi akhlakul karimah, karakter, identitas, dan integritas sebagai khairu ummah dalam kehidupan kemanusiaan dan peradaban.

Contoh Pantun

Ada hewan namanya rakun

Jangan anggap hewan hama

Mari kita hidup rukun

Saling toleransi beragama

Ada perempuan nama Sara

Kami saling bertegur sapa

Saling hormat antar saudara

Tidak peduli agama apa

Pakai baju dengan pita

Bertemu pacar nama Roni

Cintailah sesama kita

Hargailah perbedaan ini

Disclaimer:

1. Kunci jawaban pada unggahan Ohgreat tidak mutlak kebenarannya

2. Unggahan ini bisa Adik-adik gunakan sebagai salah satu acuan dalam mengerjakan soal bukan sebagai acuan utama

3. Jawaban pada unggahan Ohgreat mungkin akan berbeda dengan pembahasan di sekolah atau penunjang lain

*** Agar tidak ketinggalan update berita berita menarik dan Pembahasan Soal terbaru lainnya yang ada di ohgreat.id. Jangan lewatkan dan dapatkan Berita berita Update lainnya.***

You May Also Like