UNJ yang Terus Bertransformasi

Sebagai salah satu universitas negeri, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus melakukan transformasi ke arah yang lebih baik tiap tahunnya. Di tahun ini, UNJ menggagas tema, “Dari Rawamangun untuk Indonesia dan Dunia”

Pada acara media gathering yang berlangsung di Aula Latief Hadiningrat, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jumat (28/11/2020), Rektor UNJ, Dr. Komarudin, M.Si menegaskan bahwa Rawamangun sebagai kota intelektual.

“Secara sosio-historis Rawamangun memiliki sejarah panjang dan penting dari dahulu hingga hari. Peletakan prasasti Daksinapati oleh Bung Karno pada tanggal 15 September 1953, bahwa Rawamangun merupakan city of intellect, Kota Mahasiswa Djakarta, merupakan salah satu penanda dari kompleksitas sejarah Rawamangun.” kata Dr. Komarudin, M.Si kepada awak media.

Sebagai upaya untuk mewujudkan “Dari Rawamangun untuk Indonesia dan Dunia”, salah satu hal yang bisa disorot terkait penerbitan jurnal berbasis internasional para dosen UNJ.

Upaya ini sebagai cara untuk mengembangkan Education Barometer Index (EBI) sebagai rujukan pemeringkatan pendidikan di Indonesia. Jumlah publikasi internasional UNJ sendiri berbasis Scopus yang diakui oleh Kementrian Pendiikan dan Kebudayaan.

“Kami LPPM UNJ menangani dua tridarma perguruan tinggi yaitu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kinerja penelitian UNJ dalam kurun waktu 3 tahun terakhir terus meningkat secara pesat. Ini lompatannya sejak 2017,” kata ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ, Dr Ucu Cahyana, M.Si pada media gathering, Jumat (28/11/2020).

Dari rentang waktu 2019 hingga 26 November 2020, terdapat 431 penambahan jumlah publikasi internasional. Di 2019, jumlah publikasi internasional berbasis Scopus UNJ berjumlah 1080 sedangkan per 26 November 2020 sudah di angka 1511.

Malah di 2017, jumlah publikasi Internasional hanya berjumlah 272 dan terus meningkat di 2018 menjadi 485. Selang waktu satu tahun hingga 2019 naik hingga 595 publikasi internasional.

Peningkatan jumlah publikasi internasional ini membuat peringkat UNJ kini berada di posisi keempat dan hanya selisih 73 publikasi berbasis Scopus milik Universitas Negeri Semarang (UNS).

Per tahun ini UNJ lewat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) juga mendapat penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagai lembaga dengan permohonan pencatatan hak cipta tertinggi kategori badan penelitian 2019.

Jumlah permohonan pencatatan hak cipta tertinggi kategori badan penelitian 2019 UNJ yang diterima Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebanyak 425 permohonan.

Tidak hanya satu penghargaan, LPPM UNJ juga mendapat penghargaan sebagai Peringkat Pertama Permohonan Pencatatan Hak Cipta Tertinggi Tahun 2019 Kategori Badan Penelitian selama masa pandemi. Selama masa pandemi, LPPM UNJ mengajukan 578 permohonan.

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *