Tongkrongan Tetap Asyik Tanpa Harus Seksis

Wah pulang malem lagi tuh dia, pasti lagi rame. Celetukan dari seseorang di sebuah pos ronda yang bersahut dengan ocehan mengarah ke sebuah aktivitas seksual dari beberapa orang lainnya yang berada di tempat itu. Obrolan berbumbu curiga bin suudzon ini sering banget digambarkan di televisi dengan kondisi Ibu-ibu rumah tangga yang berkerumun dengan titik sentral gerobak kang sayur berserta akangnya, namun di real life ternyata pak-bapakpun yang katanya cool dan selowpun melakukan kejulitan ala silet.

Kembali ke cerita, oke saat itu saya kebetulan ada di pos ronda tersebut karena sedang menjalani aktivitas jaga kampung (biar gak kalah ama yang berseragam). Karena saya tidak terlalu pandai bercakap, saya memilih lebih mengaktifkan pokemon go dan menyalahkan lure mode agar para pokemon mendatangi layar gadget. Nah saat itulah  terjadi momen pergunjingan tersebut, awalnya saya tidak terlalu mendengar jelas, namun setelah di colek untuk di minta berpartisipasi pada tema obrolan saya pun mencoba menyamakan gelombang obrolannya, dan ternyata obrolan tersebut mengarak ke pemberian stigma seorang perempuan yang pulang berkerja pada larut malam. Hmmm… saya pribadi memiliki pendapat bahwa ya gak apa-apa kalau perempuan pulang malam karena berkerja/apapun, yang jadi masalah adalah saat stigma tersebut menjadi kesempatan orang jahat untuk berbuat kejahatan terhadap perempuan tersebut, dan sayangnya karena stigma tersebut pula tak jarang bisa jadi pemakluman oleh masyrakat sekitar jika terjadi kejahatan terhadap perempuan tersebut, sehingga korban bisa mendapatkan beban yang COMBO!

Saat dimintai partisipasi saya tidak langsung menjabarkan apa yang menjadi pemahaman saya, namun lebih bertanya, emang kenapa bang pulang malem? Saya juga sering pulang malem lho bang tapi saya gak nakal kok bang beneran dah (sambil menghumbar senyum agar obrolan ini tidak menyinggung). Celoteh saya pun di jawab oleh salah satu rekan jaga kampung dengan jawaban lah lu kan lakik pasti lagi lembur di kerjaan jadi pulang malem atau malah kaga pulang, lah ini anak cewek kerja apaan sampe tengah melem gini. Sayapun mencoba memberikan respon yang mengarah ke pengakhiran tema percakapan karena saya malas jika tema ini merambah ke masalah keyakinan nantinya, yang ada saya akan memainkan pokemon saya dengan mode berjalan, sapa tau dapat legend. Jawaban saya hanya ya sama kali bang, ada kerjaan banyak ampe lembur kan sekarang mah lagi banyak perusahaan yang suka banget bikin karyawannya kerja gak kenal waktu, untungnya saat itu pendapat saya mendapat amin apling serius dari kebanyakan yang berada disana sehingga topik pembicaraan nan seksis ini dapat mereda sedikit.

Saya sedikit melanjutkan dengan bilang, bang kita yang lakik juga ngeri pulang malem, ngeri ama begal ampe demit. Nah ini apalagi yang cewek udah ngeri ma begal, setan sekarang ditambah ama omongan tetangga. Statemen alus saya inipun diiringi gelak tawa dari semua peserta ronda hari ni sambil mengatakan iye juga yaa.

Stigma yang ada terhadap perempuan nyatanya memang bisa muncul oleh masyrakat sekitar, dan atas dasar stigma itu pula perempuan semakin memiliki kerentanan untuk menjadi korban tindak kekerasan baik yang berdampak kepada fisik maupun psikis.

Jadi Tongkrongan adalah tempat yang asik dan akan tetap asik kok kalau gak ngobrol seksis.

(Visited 42 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *