Sudah Siap Travelling ala New Normal? Saya Belum

Linimasa social media kembali dipenuhi oleh aktifitas beberapa teman dengan tajuk new normal travelling. Jiwa jalan-jalankupun semakin memuncak, bagaimana tidak selama hampir 6 bulan ini saya hanya menghabiskan waktu dengan menjelajah rute KRL Depok-Tebet itu juga bisa di hitung jari (hanya sekitar 4 kali), dan sesekali berkendara di seputar depok di akhir pekan aktifitas ini juga baru bisa atau tepatnya berani saya lakukan setelah 2 bulan penuh dirumah. Yak 2 bulan dirumah! Sebuah rekor bagi saya yang dahulu menjadikan rumah sebagai tempat transit saja. Dan akhirnya saya menyingkirkan tugas kerja saya dan membuka situs penyedia jasa perjalanan.

Pandemi ini sungguh menyajikan saya banyak pelajaran baru, tentunya pelajaran hidup dan sebagian pelajaran tentang penghematan finansial. Setelah gembar-gembor kenormalan baru dan beberapa konten yang asik didiskusikan atau mungkin asik untuk sekedar di persekusi di twitter, akhirnya kebanyakan manusia bangkit dari rumahnya untuk kembali menjelajah. Setelah di hantam badai pandemi bisnis pariwisata terlihat keok dan membutuhkan nafas baru. Medio Juli-Awal agustus ini saya kembali melihat makin banyak tren tempat wisata, hotel sampai penyedia travel berbondong berpromosi melalui internet dengan tema hampir seragam New Normal Travelling, entah promosi tersebut hanya sekedar organik promote sampai paid promote dengan varian budget yang beragam tergantung skala bisnis dan tentunya pemilik bisnis tersebut.

Namun pertanyaan mendasar adalah, apakah kita sudah siap untuk membuka kembali pariwisata? Bukankah makin hari kasus yang ada makin bertambah dan mengkhawatirkan. Klaster-klaster penyebaran viruspun semakin menyebar di beberapa tempat. Ok, ketakutan ini sudah bergejolak sedari awal di otak saya, saya merasakan bukan rasa takut lagi namun saat ini rasa perhitungan logis yang saya kedepankan.  Saya hanya berpikir untuk lebih sering dan dalam menimbang tentang manfaat dan resiko yang akan saya hadapi jika melakukan sesuatu hal, salah satunya saat ini ya keinginan untuk bertravelling ria melanjutkan list tempat tujuan yang ingin saya datangi. Setelah bergumul dengan diri sendiri akhirnya saya memutuskan untuk menunda terlebih dahulu rencana travelling saya, karena saya merasa saya belum siap untuk bertraveling ala new normal ini, ketidaksiapan itu tentunya berdasarkan dengan ketidakpercayaan terhadap penanganan pandemi ini.

Untuk semua kawan,teman dan semuanya yang sedang travelling, selamat bergembira dan tetap aman dimanapun kapanpun.

(Visited 20 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *