Resep Kejayaan Manchester United: Memang Harus Orang Lama

OhGreat – Tak banyak yang menyangka kedatangan Ole Gunnar Solksjaer benar-benar membangkitkan semangat dan mental bermain Manchester United yang hilang beberapa musim belakangan. Terakhi kali klub berjuluk Setan Merah tersebut terlihat tampil tanpa takut adalah saat masih ditangani Sir Alex Ferguson. Dengan skuat seadanya, lawan sekuat dan semenakutkan apa pun bisa dikalahkan.

Salah satu bukti mentalitas yang sudah berubah dari Manchester United adalah saat membungkam mulut dan membelalakan mata seluruh penjuru Eropa, di Parc des Princes, kandang Paris Saint-Germain. Datang dengan modal kekalahan 0-2 di Old Trafford, wajar jika banyak yang meragukan Marcus Rashford dkk bisa berbuat banyak di sana.

Namun, gol cepat dari Romelu Lukaku saat pertandingan berjalan dua menit jadi awal terbukanya asa untuk mengejar gol selanjutnya. Singkatnya, di akhir laga mereka mendapat hadiah penalti untuk modal menyamakan agregat yang dieksekusi dengan baik oleh Marcus Rashford. United pun menyusul Tottenham Hotspur, wakil Inggris lain yang lolos ke delapan besar.

Tanda-tanda Manchester United untuk kembali menakutkan sudah terlihat ketika Solskjaer memimpin laga perdana melawan Cardiff City. Agak sedikit mengejutkan mereka bisa menang 3-1 di Cardiff Stadium. Padahal, sepekan sebelumnya mereka baru saja takluk dengan skor yang sama, dari Liverpool.

Melewati 12 pertandingan tanpa terkalahkan bersama skuat Manchester United setelah era Sir Alex bukan pekerjaan mudah. Sebelumnya, sudah ada nama-nama seperti David Moyes, Louis van Gaal, hingga Jose Mourinho, namun ketiganya gagal tampil semeyakinkan Solskjaer,

Trah Class of 92’
Solskjaer datang ke Manchcester United dengan kondisi internal klub yang kurang kondusif. Manajer sebelumnya Jose Mourinho, dikabarkan terlibat konflik dengan sejumlah pemain penting, salah satunya adalah Paul Pogba.

Namun, ketika Solskjaer datang, masalah kondusivitas jadi yang pertama diatasi. Terbukti, laga perdana melawan Cardiff diibaratkan anak kecil yang diberi kebebasan untuk bersenang-senang di luar rumah.

Paul Pogba dkk terlihat tampil tanpa beban, sesuatu yang jarang ditemui ketika Mourinho masih mengambil alih pimpinan. Reputasi Solskjaer tampaknya menyilaukan seluruh pemain di skuat Manchester United, mereka pun takzim menaruh hormat kepada pria asal Norwegia tersebut.

Jika ditarih sejarahnya, Solksjaer memang bukan orang sembarangan di Manchester United. Ia adalah bagian dari generasi lulusan terbaik sepanjang sejarah akademi klub yang dikenal dengan Class of 92’. Pemain-pemain seangkatannya adalah Gary Neville, Ryan Giggs, Paul Scholes, hingga seorang megabintang seperti David Beckham.

Tidak mengherankan jika mentalitas yang dimiliki Solskjaer masih “segar” karena masuk ke dalam lingkaran terdekat Sir Alex Ferguson. Menunjukkan bahwa daya magis Sir Alex Ferguson masih menjadi formula utama kejayaan klub, hingga kini.

Satu-satunya yang harus dijawab Solskjaer atas kinerja apiknya adalah trofi. Jika gelar Premier League dirasa terlalu berat untuk digapai, mereka masih punya peluang untuk menambah koleksi Piala FA ke dalam lemari kaca di Carrington.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *