Papua Oh Papua

OhGreat.id – Penyelesaian kasus Papua memang selalu pelik sejak dahulu. Tak usah bicara soal kisruh yang belakangan ini merebak, sejak awal penggabungannya pun sudah menimbulkan kontroversi.

Historia merilis bahwa duet proklamator kita sempat beda pendapat soal pengakuisisian Papua oleh Indonesia. Bung Karno bersikukuh menggandeng, sementara Bung Hatta sebaliknya. Salah satu pertimbangannya adalah faktor historis.

“Saya sendiri ingin mengatakan bahwa Papua sama sekali tidak saya pusingkan, bisa diserahkan kepada bangsa Papua sendiri. Bangsa Papua juga berhak menjadi bangsa merdeka,” kata Hatta pada sidang BPUPKI, masih dikutip dari Historia.

Papua tidak pernah masuk ke daerah kekuasaan Belanda. Sebagaimana tertuang dalam Konferensi Meja Bundar, wilayah Papua bagian barat tidak menjadi bagian yang diserahkan ke Republik Indonesia.

Apa yang terjadi sekarang bisa jadi merupakan buntut dari sikap pemerintah dalam mengelola bumi Papua. Pendekatan yang dilalukan seringkali menimbulkan kesalahpahaman di antara kedua belah pihak.

Bisa jadi, buntut permasalahan sebenarnya adalah tidak adanya titik temu. Mungkin saja, kubu Jakarta menganggap cara yang selama ini digunakan sudah benar. Namun, tidak menutup peluang bahwa ada aspirasi lain dari saudara-saudara di Papua yang selama ini kurang direalisasikan dengan baik.

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan permata langka di muka bumi. Tidak banyak wilayah dengan keberagaman etnis, bahasa, dan budaya, bersatu dalam di bawah naungan satu bendera. Sang Dwiwarna. Yugoslavia pernah melakukannya, namun sekarang? Tak ada di peta.

(Visited 14 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *