Merasa Sulit Belajar? Kenali Dulu Yuk Tipe-Tipenya

Pernah ngak sich disadari ternyata tipe belajar seseorang itu berbeda-beda? Atau lagi mempelajari sesesuatu kok ya tiba-tiba gampang banget dicernanya? Tau kah Anda ternyata setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda dalam belajar.

Salah satu karakteristik dalam belajar yang sering digunakana dalah tipe VAK. Apa sich itu tipe VAK?

V untuk tipe Visual, A untuk tipe Auditorik, K untuk tipe kinestetik

Yuk kita bahas satu persatu

1. Tipe Visual

Orang tipe ini kita sebut sebagai pembelajar Visual. Mereka lebih mudah menangkap informasidengan cara melihat dibanding mendengar. Mereka lebih senang membaca buku dibandingkan dibacakan. Mereka tidak aktif berbicara tapi mereka adalah pemerhati yang baik. Mereka memperhatikan secara detail terhadap warna dan gambar. Mereka lebih mudah mengingat wajah seseorang dibanding nama

2. Tipe Auditorik

Orang tipe ini kita sebut sebagai pembelajar Auditorik. Mereka lebih mudah menangkap kesulitan dalam menulis. Kebalikan dari tipe Visual, tipe auditorik cenderung lebih mudah mengingat nama tapi cenderung sulit mengingat wajah orang.

3. Tipe Kinestetik

Orang tipe ini kita sebut sebagai pembelajar kinestetik, mereka memiliki gaya belajar yang memanfaatkan gerakan fisik atau praktek langsung. Mereka cenderung menggunakan tangan sebagai penerima informasi utama misalnya denga meraba, menyentuh atau memegang sesuatu. Mereka cenderung bisa memahami informasi tanpa membaca penjelasannya dengan praktik langsung misalnya. Mereka cenderung lebih unggul dibidang Praktik ataupun olahraga

Setelah tau tipe pembelajar apa kita, terus apa yang bisa kita lakukan untuk melatih dan mengembangkan potensi kita?

1. Tipe Visual

  • Gunakan Media belajar yang baik, seperti gunakan gambar dan warna yang menarik seperti Diagram, grafik, slide
  • Pertahankan Kontak Mata. Ketika mereka tertarik dengan apa yang dibicarakan maka mata mereka terlihat berbinar-binar. Hati-hati bila pandangan mereka terlihat kosong segeralah jaga kontak mata dengan mereka sehingga bisa kembali focus pada proses
  • belajar
  • Mereka akan menerima penjelasan dengan mudah apabila disertakan dengan penjelasan tertulis atau kita bisa juga meminta mereka untuk membuat catatan untuk bagian-bagian penting.
  • Karena mereka memiliki kelemahan dalam berdialog sebaiknya latihlah mereka dengan memberikan sesi Tanya jawab.
  • Libatkan dalam diskusi kelompok
  • Tipe visual memiliki kelebihan dalam Menulis, maka doronglah mereka untuk dapat meningkatkan potensinya dengan cara meminta mereka untuk merumuskan kesimpulan dari proses pembelajaran yang meraka ambil.
  • Ciptakan suasana yang tenang, karena mereka akan merasa terganggu dengan suara-suara dikarenakan focus mereka menyerap informasi melalu pengelihatan menjadi menurun

2. Tipe  Auditorik

  • Gunakan media berbentuk Cerita. Karena mereka menyukai bunyi, nada atau tekanan tertentu. Pilihlah media seperti video, rekaman suara atau pola bercerita untuk memperkuat proses pembelajaran.
  • Saat mejelaskan gunakan intonasi dan tekanan suara yang jelas, terutama untuk hal-hal yang penting
  • Berikan petunjuk melalui lisan dan lakukan pengulangan beberapa kali.
  • Berikan Tugas presentasi yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman mereka melalui informasi yang mereka ucapkan sendiri dan mengembangkan potensi mereka
  • dalam berbicara didepan umum.
  • Mereka akan cenderung aktif dalam diskusi kelompok Pembelajar auditorik memiliki kekurangan dalam menulis untuk itu mereka perlu diajakan metode menulis yang sistematis seperti Mind Map, Bentuk cerita, Diagram Point dan lain-lain
  • Ciptakan suasan belajar yang lebih interaktif misalnya dengan membiarkan pembalajar auditorik untuk mendengarkan saat temannya membacakan informasi yang perlu mereka pelajari.

3. Tipe Kinestetik

  • Lakukan praktek langsung atau alat peraga untuk menjelaskan sesuatu, bila tidak memungkinkan gunakan Video untuk menjelaskan materinya.
  • Pembelajar kinestetik cenderung mudah bosan dan mereka tidak bisa diam saat belajar,
  • pilihlah pemberian informasi dengan permainan yang memerlukan aktifitas fisik sehingga mereka lebih aktif
  • Lakukan kegiatan yang memerlukan praktek langsung atau aktifitas fisik mencatat adalah hal yang tidak mereka senangi, teori tanpa praktek merupakan hal yang membosankan. Agar mereka tidak hanya unggul dalam praktek berikanlah mereka tugas menuliskan laporan atas apa yang mereka praktekkan.
  • Tingkatkan aktifitas fisik untuk mereka dapat menyalurkan potensinya. Cara ini membantu mengobati kebosanan mereka. Berikan informasi dengan cara yang lebih aplikatif atau diperagakan secara langsung

Dengan kita mengerti tipe belajar kita atau orang lain maka kita bisa mengembangkan potensi yang terbaik dari diri kita ataupun orang yang akan berinteraksi dengan diri kita

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *