Jejak Kunjungan Singkat Sang Pangeran di Batavia

OhGreat.id, Indonesia – Letaknya ada di lantai dua Museum Sejarah Jakarta, tepat di atas penjawa wanita yang dulu juga sempat ditempati oleh Cut Nyak Dien. Dari penjara wanita, ada tangga yang menghubungkan ke lantai atas.

Ruangan kecil itu didominasi ornamen kayu nan teduh. Tampak tidak ada kesan angker dan menyeramkan saat memasukinya setelah melewati anak tangga. Siapa sangka, ruangan tersebut dulunya ditempati oleh seorang pangeran yang hidup dalam tahanan.

Orang itu adalah Pangeran Diponegoro, anak raja Jawa yang memilih berkelana di jalanan, menolak kehidupan protokoler selayaknya keluarga darah biru. Sosok penting dalam Perang Jawa tersebut ditangkap oleh Belanda pada 1830. Tahun yang menandakan berakhirnya pertempuran lima tahun tersebut. Kurang lebih, Diponegoro dan pasukannya mengulang torehan yang dilakukan Sultan Agung 200 tahun sebelumnya, yakni gagal melawan hegemoni Belanda.

Raden Mas Ontowiryo, demikian panggilan masa kecilnya, ditahan di Batavia sambil menunggu keputusan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu, Markus de Kock.

Selama 19 hari, Diponegoro berserta keluarga, dan para pengikutnya, singgah di Gedung Balaikota Batavia. Namun, pengasingan yang ia rasakan berbeda dengan kebanyakan orang. Era itu, meski dianggap sebagai musuh, Belanda tetap memberi perlakuan istimewa jika yang ditawan adalah golongan teratas.

Ruangan kecil tersebut terbagi ke dalam dua ruangan yakni depan dan belakang. Sayangnya, tidak ada satu pun perabotan yang saat itu digunakan oleh Pangeran Diponegoro yang masih ada sampai sekarang. Tempat tidur, kursi, serta sejumlah pajangan, hanyalah alat peraga untuk memperkuat narasi penahanan Sang Pangeran.

Terdapat juga surat-surat, mata uang, dan serta lukisan para musuh politik Diponegoro. Mulai dari lukisan Johannes van den Bosch, dan Hendrik Markus de Kock, dua musuhnya yang paling tersohor. Bagi Greatmate yang tertarik melihat langsung, bisa datang ke Museum Fatahillah di Jakarta Pusat.

Bisa diakses menggunakan sejumlah angkutan umum. Mulai dari, KRL Commuter Line (turun di Stasiun Jakarta Kota), Transjakarta (Terminal Kota), Mikrolet 08 (Tanah Abang – Kota), atau moda transportasi online. Bagi yang ingin menggunakan kendaraan pribadi, tersedia tempat parkir di sekitar Taman Fatahillah.

(Visited 2 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *