IFA Award 2020 Bentuk Apresiasi Gerakan Kemanusian

Jakarta – Kultur Gotong royong adalah identitas rakyat Indonesia yang merupakan warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia yang sejak dulu kala dan sudah menjadi bagian dalam kehidupan bermasyarakat.

Berangkat dari kultur dan semangat gotong royong inilah membuat perkembangan fundraising tumbuh cepat. Sehingga semakin banyak lembaga sosial yang muncul dan juga mereka yang semakin tergugah untuk ikut bergerak di dalam lembaga/gerakan sosial. Mereka semua bisa tumbuh bersama-sama di karenakan rasa kepedulian antar sesama yang masih tinggi.

Hari ini, 9 Juli 2020. Oh Great berkesempatan untuk mengikuti sebuah sesi zoom yang bertajuk Indonesia Fundraising Award (IFA) 2020, sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mengapresiasi lembaga-lembaga yang telah berkiprah dalam sosial kemanusiaan di Indonesia. Acara ini di adakan oleh Institut Fundraising Indonesia (IFI).

Sekilas tentang  Institut Fundraising Indonesia (IFI),  IFI adalah lembaga training, consulting dan publishing yang bergerak di bidang fundraising. IFI didirikan oleh Arlina F.Saliman dan M.Arifin Purwakananta pada 2013 yang sudah berpengalaman di dunia fundraising. Gagasan di dirikannya IFI ini bermula dari keresahan terhadap minimnya kaderisasi sumber daya manusia di bidang fundraising. IFI juga lahir karena masih banyak lembaga sosial yang tidak berkembang karena  strategi fundraising yang kurang tepat.

Melalui pelatihan, consulting dan kegiatan-kegiatan lainnya, IFI berkomitmen untuk melahirkan sumber daya manusia yang tangguh di bidang fundraising dalam dan luar negeri, serta memiliki misi untuk mendorong kemandiriaan Indonesia melalui kemitraan fundraising agency. Selain itu juga membangun jaringan lembaga sosial untuk program sustainable development.Selain itu  IFI juga menyediakan literatur fundraising yang relevan untuk Indonesia melalui penerbitan buku, majalah, media online dan media fundraising lainnya.

.

Kembali pada IFA 2020, kegiatan yang akhirnya di lakukan secara daring ini karena akibat imbas pademi Covid-19 ini  tetap di lakukan secara profesional. Hal ini terlihat dari pemilihan dewan juri yang sudah berpengalaman dan mumpuni di bidangnya, serta persiapan yang matang. Tim juri dalam ajang IFA 2020 diketuai oleh Direktur KNKS Ahmad Djuwaini dengan anggota penjurian Direktur Eksekutif Forum Zakat (FOZ) Agus Budiyanto dan Direktur IFI Arlina F Saliman.

Berikut Kategori-kategori nominasi yang ada di IFA Award 2020 dan pemenang yang terpilih

1. Fundraising Zakat Terbaik: Dompet Dhuafa

2. Fundraising Infak Terbaik: BMH

3. Fundraising Kemanusiaan Terbaik: ACT

4. Fundraising Kurban Terbaik: Lazis-NU

5. Fundraising CSR Terbaik: Human Initiative

6. Fundraising Digital Terbaik: BAZNAS

7. Fundraisaing Palform Digital Terbaik: Kitabisa.com

8. Fundraising Program Kesehatan Terbaik: PMI

9. Fundraising Program Pendidikan Terbaik: Yatim Mandiri

10. Fundraising Program Anti Korupsi Terbaik: ICW

11. Fundraising Program Bantuan Hukum Terbaik: LBH Jakarta

12. Fundraising Wakaf Produktif Terbaik: Sinergi Foundation

13. Fundraising Komunitas Terbaik: Gerak Bareng

14. Fundraising Penggalangan Dana Langsung Terbaik: LMI

15. Fundraising Perguruan Tinggi Terbaik: STF UIN Jakarta

16. Tokoh Pendukung Gerakan Fundraising Indonesia: KH. Salahuddin Wahid (alm)

Direktur IFI, Arlina F.Saliman memiliki harapan agar penghargaan ini bisa semakin mendorong lembaga sosial kemanusiaan agar termotivasi melakukan fundraising. “Karena tujuan fundraising sendiri adalah untuk kemandirian organisasi atau lembaga,” ucap Arlina. Selain itu Arlina juga berujar “Lembaga-lembaga ini sangat harus diapresiasi keberadaannya karena telah menggerakkan kepercayaan publik untuk terus berbagi terhadap sesama. IFI merasa wajib untuk memberikan penghargaan kepada lembaga sosial kemanusiaan ini,”  IFA Award juga di harapkan dapat mendorong ketertarikan anak-anak muda untuk masuk ke dalam dunia sosial kemanusiaan. “Agar nantinya tercipta kaderisasi SDM,”ujarnya. Dalam Poin terakhir ini saya rasa sangat tepat, jika melihat salah satu strategi publikasi online dengan turut menggandeng beberapa blogger dan media online pop, sehingga jangkauan penerima kontenpun akan semakin spesifik dan tertarget.

Penghargaan ini juga di harapkan dapat semakin mendorong lembaga sosial kemanusian untuk mengelola lembaganya secara profesional dan transparan. “Dengan begitu, lembaga zakat dapat dipercaya publik dalam setiap program yang dikampanyekannya,”ungkap Arlina.

Tak dapat di pungkiri bahwa lembaga sosial kemanusiaan ada karena adanya kepercayaan dan kepedulian publik. Sehingga pengelolaan yang profesional dan transparasi juga bisa menjadi sebuah bentuk penghargaan untuk publik yang ikut terlibat menjadi penggerak kebaikan dalam suatu campaign/program. Karena keterlibatan publik bermula dari sebuah kepercayaan. Sehingga peran IFI pun sangat penting dalam mendorong dan mengembangkan potensi lembaga-lembaga sosial yang ada di Indonesia.

(Visited 7 times, 2 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *