Ezra Walian Dicekal FIFA, Salah Siapa?

OhGreat.id – Ezra Walian tidak bisa tampil di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 mewakili Indonesia setelah tak disetujui FIFA. Keputusan ini diambil karena FIFA menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan sang pemain.

Ezra Walian dituding telah melanggar Statuta FIFA pasal 5 ayat 2, mengenai seorang pemain yang tidak bisa bermain di dalam kompetisi resmi suatu negara apabila sudah tampil di kompetisi resmi di bawah asosiasi lainnya.

Statuta menyatakan, seorang pemain bisa berganti kewarganegaraan dan bermain untuk asosiasi lain. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Diantaranya, sang pemain tidak boleh bermain di kompetisi level A bersama asosiasi lain sebelum berpindah kewarganegaraan. Ini yang dilakukan Ezra karena pada 2014 silam, ia pernah memperkuat timnas U-17 Belanda dalam Kualifikasi Euro U-17 kala itu.

Keputusan ini sudah resmi diberikan setelah FIFA mengirim surat tertanda tanggal 21 Maret 2019. Surat tersebut ditandatangani oleh Football Regulatory Director FIFA, Omar Ongaro, dan Head of Players’ Status, Erika Montemor Ferreira.

“Berdasarkan data dari dokumen yang kami terima, Ezra Walian tidak berhak meminta berpindah asosiasi karena dia pindah kewarganegaraan Indonesia setelah bermain dalam laga internasional di kompetisi resmi sebagai perwakilan Belanda,” tulis FIFA di dalam surat resmi kepada PSSI.

PSSI Sudah Berikan Tanggapan
Lewat Ratu Tisha selaku Sekjen, pihaknya akan tetap mencari jalan keluar untuk permasalahan ini. Ezra memang tidak akan diizinkan untuk membela Indonesia di kualifikasi Piala Asia U-23 2020.

Hal ini dipercaya menjadi awal dari akhir kariernya bersama tim Merah Putih. Namun, PSSI masih mengusahakan mencari jalan keluar agar yang bersangkutan tetap bisa berseragam Garuda di Dada pada masa mendatang.

“Hingga saat ini, kami menghormati keputusan yang diambil oleh FIFA. Namun, kita masih punya peluang untuk melakukan banding terkait status Ezra,” kata Ratu Tisha Destria, dikutip dari laman resmi PSSI.

Sebelumnya, pemain yang pernah mengenyam pendidikan di akademi Ajax tersebut juga tampil untuk Indonesia di SEA Games 2017. Namun, pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara tersebut tak masuk kalender FIFA sehingga tak bisa dikatakan masuk dengan regulasi yang ditetapkan.

Thailand Pernah Tersandung Kasus Serupa
Kasus serupa tidak hanya terjadi di Indonesia. Beberapa tahun lalu, Thailand juga pernah tersandung masalah soal status Charyl Chappuis. Pemain kelahiran Swiss tersebut memang sempat dicekal saat ingin membela timnas senior Thailand.

Namun, masalah bisa terpecahkan karena Chappuis berhasil mengumpulkan semua bukti dan dokumen yang diminta FIFA. Sekadar informasi, Chappuis adalah rekan setim Granit Xhaka ketika meraih gelar juara Piala Dunia U-17 pada 2009 silam.

Untuk kasus Ezra, ada dokumen yang sepertinya luput disampaikan ke FIFA oleh PSSI. Hingga kini, kelanjutan kasus ini masih terus bergulir. Namun, soal Ezra yang tidak bisa tampil membela timnas U-23 Indonesia tidak usah terlalu dipusingkan.

Momentum Marinus Wanewar Buktikan Konsistensi
Secara tidak langsung, kejadian ini sedikit menguntungkan rekan setim Ezra, Marinus Wanemar. Pemain asal Papua tersebut kini bisa jadi pilihan utama Indra Sjafri selama babak kualifikasi Piala Asia U-23 2020.

Secara statistik, Marinus memang sedikit lebih baik. Ia mengantongi 10 pertandingan untuk tim nasional U-23 sejak SEA Games lalu. Dalam kurun waktu tersebut sudah lima gol ia persembahkan untuk Garuda Muda. Sementara Ezra, ia mengantongi tujuh pertandingan untuk timnas U-23 Indonesia. Pemain yang pernah mengenyam pengalaman bermain di tim junior Ajax Amsterdam tersebut mengemas tiga gol. 

Marinus, sudah menjadi bagian hampir dari setiap turnamen yang diikuti timnas generasi timnas U-23 saat ini. Catatan apiknya selama Piala AFF U-22 lalu jadi bukti kesiapan pemain asal Papua ini. Secara jam terbang dan penyesuaian tentu pemain berusia 20 tahun tersebut lebih siap dibandingkan Ezra.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *