Dota dan Sepak Bola: Part 1

Malam pukul 01:31 di temanin tembang baru dari Blackpink – How You Like That gw baru menyelesaikan satu babak game Defense of The Ancient atau lebih di kenal dengan Dota tentu saja versi ke-2 yang di publikasikan oleh steam. Merasa puas dengan kemenangan dan mood yang sedang tinggi dan berniat untuk merajut sebuah video narasi suputar sepak bola bola membuat saya menyadari bahwa E-sport khususnya platfrom MOBA dan FPS merupakan tim player dimana satu dengan satu individu di tuntut untuk menjalankan role mereka masing – masing demi meraih satu tujuan.

Pikiran pendek saya menjerumus ke sepak bola dimana kita tau pokok dan sistematisnya sama hanya tujuannya berbeda, hal ini mebuat saya tertarik menulis dua hal itu dalam satu tulisan. Apalagi di Big event akbar kemarin yang di adakan oleh valve The International 8 & 9 ada sebuah tim yang menarik terdengar dan tidak asing lagi di dunia sepak bola PSG LGD nama timnya yup sama seperti selebrasi Fortnite Antoine Griezmann, olah raga cabang baru ini yang lebih orang kenal Esport dampaknya merambah masif keseluruh jaringan masyarakat. Dalam contoh case yang lebih kecil ketika kakak saya yang sudah berumur 37 tahun minta di ajari bermail mobile legend untuk bisa lebih dekat kepada putranya yang sedang candu dengan game tersebut.

Kembali lagi ke PSG LGD tim yang di bentuk tahun 2018 ini memiliki base di China yup China, pasti antu semua berpikir kenapa PSG yang sudah tau dari namanya saja itu “Perempatan Samping Glodok” buakan “Paris Saint Germain” klub mewah asal pusat kota prancis, bagaimana bisa melakukan Partnership ke tim dota2 china, entah proposal apa yang di ajukan Xuan Li Meneger umum LGD ke Nasser Al-Khelaifi sehingga kesepakatan itu terjadi. Tapi setelah di usut benang merahnya ternyata PSG sudah selangkah lebih maju membaca perkembangan zaman dengan di bukanya cabang khusus esport dengan nama PSG eSports CGO yang di ketuai oleh Yassine Jaada.

Memang melirik ke performa LGD yang menjadi tim menangan di dataran china dan pro scene dota2 di kala itu memang menarik mata Yassine untuk melakukan kerjasama, dengan total memenangkan 2 turnamen major dan duduk di peringkat 2 di the international membuat tim yang di ketuai Xu “fy” Linsen jadi contoh benang merah antara dota dan sepak bola. [ lanjut part 2 ]

(Visited 8 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *