Menyoal Sentimen Rasial di Industri Pornografi

OhGreat.id – Isu rasialisme memang tidak akan pernah usai sejak zaman dahulu, bahkan hingga detik ini. Mau tidak mau, isu ini memang sudah masuk ke berbagai ranah sosial. Diskriminasi menjadi permasalahan utama jika menyangkut soal ras. Industri pornografi juga tidak luput dari isu ini.

Sederhananya begini. Jika Anda ditanya siapa artis porno paling populer, sudah hampir pasti bisa ditebak nama yang muncul didominasi oleh ras kulit putih. Tumbuh puber jelang akhir dekade awal milenium, nama-nama populer seperti Sasha Grey, Maria Ozawa, hingga Asa Akira muncul di internet penulis. Hingga akhirnya muncul Stoya, Kylie Quinn, hingga Aimi Yoshikawa.

Dari kaca mata konsumen, referensi ras dalam pornografi tidak ada hubungannya dengan diskriminasi. Pemilihan ras hanyalah bentuk pemilihan kepuasan penonton dalam menyalurkan hasratnya lewat produk pornografi, baik gambar, potongan klip, atau film secara utuh. Biasanya, pemilihan referensi ras sejalan dengan latar belakang penonton. Jarang ditemui, penonton non-kulit hitam, mengonsumsi produk pornografi dengan bintang kulit hitam.

Model pornografi dari ras kaukasia biasanya menjadi pilihan paling populer para penonton. Diikuti dengan ras Asia, Amerika Selatan, dan sebagian kecil Eropa Timur. Biasanya, video dengan bintang kulit hitam punya kecenderungan menjaring penonton dari kalangan kulit hitam juga.

Menurut ranking populer terbaru dari PornHub, posisi lima besar didominasi oleh wanita kulit putih dengan tiga orang model yakni Lana Rhoades (1), Riley Reid (3), dan Mia Malkova (3). Dua lainnya ada Abella Danger yang berdarah Yahudi dan Mia Khalifa berdarah Arab Lebanon.

Isu rasial tidak hanya terjadi di kalangan penonton. Eks bintang pornografi asal Amerika Serikat, Stoya, bahkan pernah mengangkat isu diskriminasi rasial di kalangan pemain porno. Ia menyoroti banyak bintang wanita yang menolak melakukan adegan dengan pemain kulit hitam. Kalau pun pada akhirnya bersedia, itu pun dengan bayaran lebih.

Mau tidak mau, dogma rasial ini adalah buntut dari historis masa lalu yang belum usai hingga sekarang. Pada akhirnya jika tidak ada perubahan stigma di masyarakat mengenai masyarakat kulit berwarna, industri pornografi akan tetap didominasi oleh bintang-bintang kulit putih.

(Visited 18 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *