3 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Berdempet Ria di KRL

OhGreat.id – Bagi warga Jabodetabek, moda transportasi kereta rel listrik (KRL) pasti bukan barang baru. Angkutan massa ini jadi senjata andalan bagi para kaum pinggiran Jakarta buat menyelinap masuk ibu kota. Depok, Bekasi, Bogor, sampai Tangerang Selatan jadi contoh empat kota penyuplai manusia terbesar untuk tetap bergeraknya roda ekonomi Jakarta, bahkan Indonesia.

Pada jam-jam “rawan” seperti pagi dan sore, kepadatan di dalam gerbong jadi pemandangan biasa. Saat itulah ketangguhan seorang manusia diuji untuk bisa menembus dinding manusia supaya bisa masuk ke dalam gerbong. Jika sudah terjebak di dalam gerbong padat, biasanya tidak banyak yang bisa dilakukan. Hanya pasrah sambil menunggu kereta tiba di stasiun tujuan.

Ada beberapa hal yang bisa Greatmate lakukan untuk menghilangkan rasa bosan di kereta yang padat. Berikut OhGreat merangkum tiga kegiatan alternatif untuk meredakan stress saat berselancar di dalam Si Ular Besi.

Turn the Music On!
Ah, standar banget! Opsi pertama sepertinya jadi salah satu langkah lumrah yang dilakukan oleh para commuters, julukan pengguna KRL. Dengerin musik di perjalanan memang bisa jadi alternatif untuk menghilangkan rasa bosan menunggu kereta sampai di stasiun tujuan.

Tapi, ada hal-hal yang perlu jadi perhatian Greatmate jika ingin mendengarkan musik selama perjalanan. Pastiin kalau musik sudah diputar sebelum masuk ke dalam gerbong. Jadi, tidak perlu repot-repot menyelinapkan tangan, meraba kabel, dan mencolokkan ke device di tengah himpitan manusia.

Eits, pilihan ini akan lebih tepat sasaran untuk penumpang yang tidak kebagian tempat duduk. Kalau berhasil dapat kursi, pasti punya ruang lebih untuk bergerak. Tapi, harus tetap tahu aturan soal penumpang prioritas.

Mulailah Bercakap
Jika Greatmate bepergian sendiri di KRL, tidak ada salahnya untuk memulai obrolan, kepada orang yang tak dikenal sekali pun. Selain untuk menghilangkan rasa suntuk karena berdiam diri dalam waktu tertentu, metode ini cocok untuk melebarkan kenalan.

Selain itu juga, mengobrol dengan orang sebelah jadi salah satu bentuk keluhuran masyarakat Indonesia yang dikenal ramah. Pemandangan seperti ini yang beberapa tahun belakangan sudah mulai. Terutama sejak invasi gadget yang dilengkapi internet terjual seperti kacang goring di Indonesia.

Tapi, pastikan obrolan berjalan hangat dan asyik, tak perlu intim memang. Setidaknya, jangan sampai garing karena kalau demikian, perjalanan akan terasa lebih lama dari waktu sebenarnya. Sebaiknya sudahi pembicaraan. Opsi pertama sepertinya lebih cocok untuk Greatmate yang punya masalah dalam mengenal dengan orang baru.

Iqra’, Bacalah!
Alternatif lain yang bisa dilakukan selama perjalanan menggunakan KRL adalah membaca. Ada banyak pilihan untuk jadi bahan bacaan. Ponsel canggih yang biasa Greatmate bawa juga bisa jadi sumber bacaan. Perkembangan berita terbaru, novel, sampai jurnal penelitian untuk bahan skripsi bisa jadi “santapan” agar perjalanan di tengah himpitan gerbong padat sedikit tidak terasa.

Untuk kamu yang kepingin terlihat sedikit intelek, bisa pilih bacaan fisik seperti buku. Isinya bisa soal belakangan, yang penting bagus dulu aja di mata orang. Buku fisik bisa berisi motivasi, cerpen, sampai novel. Usahakan jangan membawa bacaan yang terlalu besar ukurannya. Satu hal yang pasti, ukurannya harus selaras dengan sempitnya ruang padat di dalam gerbong.

Jika Greatmate lebih suka bacaan ringan, bisa membaca majalah atau kolom hiburan Koran. Setidaknya, ada bahan bacaan yang lebih berbobot dibandingkan rute KRL yang terpampang di atas setiap pintu gerbong.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *