3 Fakta Sarapan Bubur Ayam Pagi-Pagi

OhGreat.id, Indonesia – Sarapan pagi jadi rutinitas kebanyakan orang sebelum memulai aktivitas di luar rumah. Ritual ini biasanya dilakukan untuk menambah energy selama beraktivitas, atau pengganjal perut agar tidak cepat lapar.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh US National Institute of Health menunjukkan bahwa sarapan bisa membantu kadar karbohidrat, dan meningkatkan serat di dalam tubuh. Pada saat bersamaan, sarapan juga dapat menekan angka kolesterol dan produksi lemak berlebih yang disebabkan oleh rasa lapar.

Namun, efek-efek di atas bisa dicapai dengan syarat asupan makanan ketika sarapan masih memperhatikan kandungan nutrisi untuk tubuh. Jika memilih asupan tepat, sarapan bisa membantu tubuh menyerap banyak zat besi dan vitamin.

Salah satu makanan yang lazim disantap masyarakat Indonesia ketika sarapan adalah bubur ayam. Makanan olahan fase kedua dari beras ini dipilih karena sifatnya yang ringan sehingga dapat menghindari tubuh dari kantuk berlebih ketika memulai aktivitas.

Saking populernya, musisi dangdut asal Jawa Barat, Alam, sempat melejitkan hits yang berjudul Sabu (Sarapan Bubur), pada awal 2000-an. Namun, tidak selamanya sarapan bubur punya efek bagus bagi tubuh. Ada tiga hal yang harus diwaspadai ketika memilih bubur sebagai makanan untuk sarapan.

Rendah Kalori
Bubur ayam memang terasa lebih ringan jika dibandingkan dengan makanan sarapan lain seperti nasi uduk, atau lontong sayur. Tidak heran kandungan kalorinya lebih rendah dibandingkan dua makanan tersebut.

Seperti yang dilansir dari Hellosehat, bubur ayam polos mengandung sekitar 1.380 kalori. Padahal, sepiring nasi putih saja sudah memiliki bobot 242 kalori. Namun, kalori dari bubur ayam bisa lebih tinggi jika ditambahkan bahan makanan lain seperti emping, krupuk, daging ayam, dan lainnya.

Lebih Cepat Lapar
Karena kandungan kalori yang lebih rendah, bubur ayam tidak akan membuat rasa kenyang bertahan lama. Kandungan air yang mendominasi membuat tubuh kita tak ubahnya hanya sarapan air.

Jika Greatmate ingin kenyang hingga siang hari, tentu bubur ayam bukan pilihan tepat. Fungsinya hanya untuk mengganjal perut agar tidak terlalu kosong nutrisi ketika beraktivitas. Sehingga bisa berujung pada gejala lemas hingga masuk angin.

Kadar Gula Lebih Tinggi
Siapa bilang bubur ayam lebih ringan dalam segala lini dibandingkan dengan nasi? Faktanya, makanan ini memilik kandungan gula yang lebih tinggi. Karbohidrat yang terkandung di dalam bubur ayam lebih mudah diolah menjadi gula oleh tubuh.

Bagi pengidap diabetes, makanan ini perlu dibatasi. Jika ingin mendapatkan bubur ayam dengan kadar gula rendah, ganti beras putih dengan menggunakan beras merah. Selain kadar gula yang lebih rendah, nasi merah juga punya reputasi lebih sehat dibandingkan nasi putih.

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *